Profile luna

Nama:
Aluna Mikael (formerly)
Lunette Claire
Nama panggilan:
Luna
Umur:
24
Kebangsaan:
Indonesia (formerly)
Inggris
Tinggi badan:
170cm
Berat badan:
49kg

Makanan favorit:
Manisan
Minuman favorit:
Coklat panas
Teh
Hal yang tidak disukai:
Serangga, makanan yang pahit, petir.
Pekerjaan:
Model
Sekretaris
Asisten Pribadi
Face Claim:
Zheng Shu Yi
(from Accidental Love)

Relasi:
Hendra Mikael Wijaya (Ayah kandung)
Citra Narendra (Ibu kandung)
Arthur Clair (Ayah tiri)
Kael Jiwanta Dinata (Pacar)
Asher Hawthorne (Teman, situationship)
Yoichi Seina Elffire (Sahabat semasa kuliah)

Storyline Luna

Aluna tumbuh di Jakarta dalam keluarga yang berada secara finansial, namun hancur secara emosional. Orang tuanya selalu sibuk bekerja dan jarang pulang.Ketika kedua orang tuanya berada di rumah, suasana selalu mencekam. Aluna sering bersembunyi di kamar, ketakutan mendengar suara pertengkaran hebat dan pecahan gelas yang sengaja dilemparkan.Untuk melarikan diri dari rasa takut, Aluna menghabiskan waktunya bermain di halaman belakang bersama kucing kesayangannya dan ditemani oleh pembantu rumah tangga. Ia tumbuh menjadi anak yang sangat pendiam dan menutup diri di sekolah, meskipun secara akademis ia sangat pintar.Badai rumah tangga orang tuanya memuncak. Mereka resmi bercerai. Ibunya memutuskan membawa Aluna pindah jauh ke Inggris untuk memutus semua ingatan buruk di JakartaDi Inggris, sang Ibu menikah lagi dengan seorang pria lokal yang sangat baik dan penyayang. Di sinilah Aluna mengubah namanya secara legal menjadi Lunette Claire. (semacam ritual "membuang sial").Berkat kasih sayang yang luar biasa melimpah dari ayah tirinya dan lingkungan baru yang sehat, trauma masa kecil Luna perlahan sembuh. Ia tumbuh menjadi sosok yang sangat berbeda jauh dari "Aluna" yang dulu, kini menjadi gadis yang jauh lebih cantik, anggun, lembut, dan memancarkan energi ceria karena jiwanya akhirnya merasa aman dan dicintai

Kael Jiwanta Dinata

Rumah Kael berseberangan langsung dengan rumah Luna. Kael sering memperhatikan Luna yang tampak kesepian di taman belakang dari balkon lantai atas rumahnya. Karena merasa kasihan, Kael sengaja menjahilinya—salah satunya dengan melemparkan penghapus ke arah Luna—sebagai cara canggung khas anak-anak untuk mengajaknya berteman agar gadis itu tidak kesepian dan sendirian lagi.Sejak hari itu, mereka menjadi semakin dekat dan Kael mulai menyimpan rasa kepada Luna, namun dia belum menyadarinya karena usianya yang masih sangat dini. Mereka bahkat memiliki berfoto bersama. Luna menggendong kucingnya, dan Kael ada di sampingnya. Foto polaroid ini menjadi benda paling berharga bagi Luna yang melambangkan satu-satunya memori bahagia masa kecilnya di Jakarta.Belasan tahun berlalu. Mereka terpisah tanpa Luna memberi sepucuk surat kepada Kael yang menjelaskan tentang situasinya. Hal itu membuat Kael merasa sangat kehilangan dan shock berat karena tiba-tiba rumah disebrangnya kini kosong. Kael terus mencari-cari gadis itu selama belasan tahun dan itu menjadi sebuah hal obsesi baginya karena tidak bisa memiliki gadis itu dalam dekapannya dan melindunginya—dia bahkan belum paham betul tentang kondisi Luna pada saat itu.Namun, pada suatu hari, takdir mempertemukan mereka kembali di Bandara Internasional London Heathrow (LHR) ketika Luna sedang mengantarkan Ayah tirinya untuk bepergian ke China untuk urusan bisnis. Mereka tanpa sengata bertabrakan satu sama lain ketika di lobby saat Kael terburu-buru mengejar pesawatnya. Tas Luna terjatuh dan isinya berserakan di lantai. Kael yang merasa tidak enak langsung membantu memungut barang-barang tersebut.Saat merapikan barang, mata Kael tidak sengaja menangkap sudut sebuah foto polaroid kecil yang menyembul sebagian dari dalam tas. Itu adalah foto masa kecil mereka belasan tahun lalu. Kael langsung mengenali foto itu, namun saat menatap wajah Luna yang sekarang ia mengalami denial. Terlebih, nama sang gadis kini jauh berbeda, membuatnya ragu.Namun effort Kael tidak hanya sampai situ. Sejak hari itu, dia mencari tau akan gadis yang bernama “Lunette Clair”—mencari segala detail dari potongan puzzle yang bertahun-tahun lalu telah hilang.Luna tidak mengetahui apa yang terjadi di belakang itu, bahkan tiap kejadian tidak sengaja yang membuatnya selalu bertemu dengan Kael belakangan ini. Kael tau segalanya. Bahkan jam kapan Luna makan, tidur, atau bepergian keluar, lelaki itu tau segalanya tapi tentu saja dia membuat semua hal tetap berjalan selayaknya hal yang normal.Obsesi itu tidak menghentikan Kael. Dia pun memulai sebuah pergerakan untuk membuat Luna menjadi miliknya seutuhnya, yaitu dengan menjadi kekasihnya. Baginya, hal seperti itulah yang disukai para gadis, apalagi jika gadis itu adalah Luna

Asher Hawthorne

Saat itu, Luna tengah menghadiri sebuah acara fashion di London, London Fashion Week. Luna menghadiri acara tersebut sebagai tamu undangan dari salah satu brand fashion untuk menikmati koleksi karya terbaru dari salah satu brand yang pernah bekerjasama dengannya.Namun siapa sangka, takdir membawanya bertemu dengan pria dengan sosok tinggi yang terlihat cukup muda daripada dirinya beberapa tahun—tengah duduk bersebrangan dengannya dengan jarak yang terpisah karena adanya stage runway. Pria itu bernama Asher. Kelihatannya dia sering menghadiri acara seperti ini. Terlebih, terlihat dari caranya berpakai, jelas sekali bahwa pria itu sangat memiliki ketertarikan dengan fashion. Mungkinkah sesama model? Atau… designer?Tapi, hey, mengapa dia menatapku dengan penuh dengan rasa kejut dan amarah seperti itu? Bukankah ini kali pertama mereka bertemu?Tidak lama, pria itu kelihatannya memberi sebuah kode menggunakan tangannya untuk menemuinya di backstage segera, lalu dia pergi begitu saja setelah kalimatnya selesai.Aku merasakan feeling yang tidak enak… namun aku tetap melakukannya—pergi ke backstage untuk menemui pria itu.Sesampainya aku di backstage, Asher telah menungguku di sebelah bibir pintu sambil menyandarkan tubuhnya ke dinding dan melipat kedua tangannya di dada. Tetapi, ketika dia melirik ke arahku, dia langsung menarik kasar tanganku dan mencengkramnya dengan kuat seakan tidak akan membiarkanku pergi kemana pun.“Kamu pikir kamu bisa lari sekarang, hah? Jangan kamu coba-coba lari dariku lagi, Cecil!” Ucapnya dengan nada bicara yang tinggi seakan membentak dengan penuh amarah.Aku berusaha menarik kembali tanganku, tapi tetap saja mustahil, Asher menggenggamku dengan sangat erat. Dan rasanya… sepertinya pria ini habis pergi ke suatu tempat… bar? Club? Tubuhnya bau sekali dengan alkohol… padahal hari belum selarut itu, masih pukul 7 malam hari. Aku berusaha menjelaskan bahwa aku tidak mengenal pria itu. Namun, semakin lama aku menjelaskannya, Asher semakin mengamuk, bahkan dia seperti menarikku pergi dari acara itu dan membawaku entah kemana. Namun, tepat sebelum dia membawaku keluar, manager-ku menghalanginya dan berusaha melerainya dariku. Bahkan sampai memanggil satpam karena perilakumu yang tidak bijak itu.Beberapa hari kemudian, aku mendapatkan sebuah pesan dari nomor yang tidak dikenal. Pesan itu mengucapkan rasa penyesalan dan maaf sebesar-besarnya, bahkan mengajakku bertemu untuk meluruskan masalah. Anehnya, si pengirim pesan tersebut tidak menyebutkan namanya… namun dia mencantumkan sebuah alamat untuk tempat bertemu.Awalnya aku ingin mengabaikan pesan itu, bisa saja itu adalah salah satu pesan scam. Namun, entah mengapa dari lubuk hatiku berkata lain.Sesampainya di alamat yang diberikan di pesan tanpa nama itu, aku melihat Asher yang terlihat penuh gengsi sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal dan membawakan sesuatu sebagai tanda minta maaf karena salah mengenali orang.Setelah segala penjelasan dan suasananya mulai dingin, Asher meminta kontak Luna untuk mentraktirnya makan—sebuah tebusan dari rasa maafnya. Dari sana lah mereka berdua menjadi dekat dan saling melengkapi sesama teman.Tetapi, siapa sangka bahwa diam-diam, Asher menaruh hati pada Luna? Meskipun kini Asher tau bahwa Luna sudah menjalin hubungan dengan Kael, hal itu tidak menghentikannya untuk terus menempeli Luna kemana pun gadis itu berada

Yoichi Seina Elffire

Pertemuan Luna dan Seina terjadi di tahun pertama saat mereka berkuliah di London, tepatnya di Hartpury University.Pada saat itu, Luna dengan tenang dan santainya sedang menikmati membaca buku yang dipinjam dari perpustakaan di koridor gedung fakultas yang sepi. Namun, siapa sangka ditengah keheningan tersebut, tiba-tiba saja terdengar langkah seorang gadis yang tengah berlarian—terburu-buru sambil membawa tas olahraga dan hampir menabrak kaki Luna yang sedang diluruskan ke lantai. Untung saja gadis itu (Seina) langsung mengerem mendadak agar tidak terjatuh, begitupula agar Luna tidak tersakiti kakinya jika ia sampai-sampai tersandung disana.Siapa sangka bahwa gadis ini salah melihat jadwal ruangan untuk kelas orientasi mahasiswa baru dan terlihat panik. Karena itu, Luna pun membantunya mencari peta denah kampus di dekat tempatnya bersantai, lalu mengantarkan Seina ke ruangan yang benar.Sejak hari itu, ke mana pun mereka pergi di area kampus, pasti selalu terlihat berduaan.Keduanya adalah kombinasi yang unik. Yang satu memiliki sifat yang tenang dan manis, sedangkan yang satunya lagi memiliki tingkat humor yang tinggi dan mampu mencairkan segala suasana menjadi lebih ‘hidup’ dan menyenangkan.Meskipun keduanya memiliki kesibukan yang berbeda dan padat, mereka selalu menyempatkan diri untuk bertemu. Entah itu di cafe, perpustakaan, taman, atau bahkan disebuah kejuaraan Showjumping—menonton Seina bertanding atau latihan.Seina juga yang mendukung Luna untuk mengganti namanya, karena menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu proses dari healing dan menulis kembali buku yang tadinya sempat kosong selama beberapa tahun. Seina merasa sangat bahagia akan sahabatnya kini perlahan pulih dari luka tersebut dan menjadi gadis yang ceria berkat kehadirannya juga.Tetapi, takdir memisahkannya setelah upacara kelulusan. Seina ingin mengejar cita-citanya menjadi Atlet Berkuda, sedangkan Luna ingin fokus membangun karier secara profesional di dunia seni ataupun bisnis.